Hatiku terasa sakit mendengar isi hati Devi dan Wiwin. Aku merasa mengambil teman dekat orang. Aku merasa sangat sakit dan tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak ingin menjadi sakit hati orang karena aku mengambil kawan karibnya, hatiku benar-benar sakit dan ingin sekali kukeluarkan airmata ini namun aku menahannya karena aku tak mau teman-teman melihatku menangis.
Sungguh bodohnya aku! Mengapa aku mengambilnya? Sejujurnya, aku sangat senang mendapatkan teman yang banyak namun di balik itu, aku mengambil teman karib seseorang. Aku tidak mau mengambilnya, aku tahu bagaimana rasanya. Rasanya sangat menyakitkan hati!
Aku merasa sakit tapi aku senang karena dia pernah menjadi teman akrabku. Aku senang karena aku tahu bahwa teman akrabku itu adalah teman akrab temanku. Aku senang, karena semuanya telah kuketahui jadi aku harus tahu diri. Dan aku tidak ingin menganggap lebih seseorang karena terasa sakit di hati.
Mungkin aku menangis karena tidak ingin kehilangannya namun di sisi lain aku tidak boleh egois, jika mereka kembali ke teman mereka yang sebelumnya maka aku rela kok walau hati ini sangatlah sakit. Sejujurnya aku tidak ingin seperti ini tapi aku…
Yang membuat aku lebih bersemangat ke sekolah adalah teman, teman akrab. Tanpa mereka, aku banyak diam di sekolah tapi mungkin dari sekarang aku tidak ingin banyak bicara. Mudah-mudahan itu bisa kulaksanakan, amin! Sekalipun dimanfaatkan, tidak apa-apa asalkan aku berguna untuk mereka walau sebatas teman dan tidak lebih itu tak masalah.
Pikiranku mulai ngelantur saat ini, hatiku berdetak terasa sakit. Mereka tidak tahu apa yang membuatku terluka? Mungkin mereka bertanya-tanya, mungkin mereka berpikir yang aneh-aneh tentang aku. Mereka tidak tahu apa yang kurasakan? Dan aku tidak bisa memberitahukan hal itu padanya. Mungkin aku hanyalah sampah yang baru dipungut karena merasa sangat berguna. Aku tidak bisa mengutarakan semua ini, aku hanya bisa mengutarakan perasaanku di sini melalui kata-kata. Hanya orang yang memiliki perasaan yang memahami semua ini.
Wednesday, March 09, 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar