Senin, 08 Juni 2015

Mahasiswi Arsitektur

hello ...
selamat apa saja deh untukmu

akhir-akhir ini aku sering aktif di blog,  kadang aku tidak tahu apa yang harus kulakukan saat membuka blog ini. oh ya, sekarang aku seorang mahasiswa di salah satu kampus negeri di kotaku. sekarang ini usiaku menginjak 20 tahun dan hendak menunjang ke semester 4. saat ini sedang uas.

oh ya, aku lupa memberitahu jurusan apa yang kuambil di kampus.
jurusan yang kuambil yaitu ARSITEKTUR.

di kampusku ini menggunakan sistem D.O yaitu Drop Out. biasanya bila menjapai batas waktu akan di D.O. tapi beda dengan kampusku terutama di jurusan arsitektur. ia akan diseleksi pada semester 2 juga 4. tidak ada sisitem pengulangan mata kuliah. kalaupun ada harus diselesaikan di semester itu juga. dan kau tahu, uas yang sedang kuhadapi hanya mengumpul tugas. hanya saja proses pengerjaannya yang melelahkan dan pakai deadline. tugas seorang arsitek biasanya mencakup :

·        Survey lokasi                   : terjun ke lapangan dan melihat lokasi yang akan dibangun
·        Analisis                           : menganalisa lokasi seperti perletakan matahari, percapaian menutu lokasi, view atau apa yang terlihat di sekitar lokasi
·        Siteplan                           : denah tampak yang terlihat adalah bentuk atap dari atas beserta lingkungannya
·        Layout                             : denah yang mencakup mebel/furniture      
·        Denah                              : bentukan per ruangan beserta furniture
·        Tampak                           : tampak depan, tampak samping kanan, tampak belakang & tampak samping kiri
·        Potongan Struktur A-A & B-B : potongan yang terlihat struktur yang akan digunakan akan terlihat beserta pondasi, flat lantai dan sebagainya (kamu bisa searching di  internet untuk lebih lengkapnya)
·        Potongan Arsitektur        : potongan yang memperlihatkan furniture. Potongan yang digunakan pada struktur juga digunakan pada potogan arsitektur hanya saja tidak terlihat strukturnya.
·        Interior                           : isi suatu ruangan beserta perletakan furniturenya

ccontoh yang pernah kubuat
sebenarnya baru-baru juga membuatnya di sketch up


 Ruang Senam

Minibar

·        Detail                              : seperti detail bentuk kaca atau pagar dan semacamnya


·        Eksterior                         : mencakup  hasil 4 tampak tersebut dan digabungkan. Biasanya berbentuk persfektif atau 3D


yang ini pakai skecth up tanpa dirender

Aku mendapatkan tema Pusat Olahraga. Aku mengambil olahraga renang, senam aerobik dan senam yoga.


yang ini pakai Lumion
saya juga baru belajar 

kata kakak sepupuku "no recommended digunakan di laptop, bisa meledak"
maksudnya processornya bisa tidak kuat karena memang aplikasi ini berat. Lebih baik di PC. begitu katanya. Kami biasa menggunakan bahasa yang to the point.

Untuk penjelasan lebih lengkapnya silakan cari internet situs ini. Aku menuliskan ini sesuai pemahamanku. Di kampusku, pengertian singkat siteplan yang aku tuliskan biasa di sebut situasi. Malah lay out biasa di sebut siteplan. Kamu mengerti maksudku?


Mata kuliah lain biasanya seperti itu hanya berbeda-beda apa saja yang akan dikerjakan. Yang lengkap seperti di atas adalah dalam mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur yang biasa disingkat STUPA. Kami tak semudah itu membuatnya. Ada dosen pembimbing yang akan membimbing kami. Dan jika tidak di fix kan atau mungkin bisa disebut disetujui, kami takkan bisa mengerjakan yang lain. Misalkan saja tampak. Bila denah belum di fix kan, kami tidak bisa membuat tampak karena dikhawatirkan membuat perubahan pada denah.  Kurang lebih seperti itulah system yang ada di kampus jurusan arsitektur.


Awal masuk kuliah, aku tidak menyangkan akan menggambar secara manual. Sudah lama tidak menggambar. Kadang aku minder melihat teman-temanku yang hebat dalam menggambar, ada beberapa. Aku menjadi tidak percaya diri. Aplikasi yang biasa digunakan dalam mendesain seperti autocad, aku pun tak mengerti. Aku seperti orang bodoh sedunia. Dan mengingat tentang system D.O itu, aku jadi semakin takut karena aku tahu kelemahanku.

Kemudian di semester 2, aku mulai mempelajari aplikasi lain seperti sketch up. Aku pun masih belum mengerti pada waktu itu. entah dosen pengajarnya yang terlalu cepat menjelaskan atau aku yang tak dapat mengerti. Banyak yang bilang yang mengajar terlalu cepat. Akupun berpikir demikian, Dosen pengajar kami masih muda dan seorang laki-laki, sebenarnya bukan dosen, tetapi alumni pertama arsitektur di kampus kami. Ujianya pada waktu itu sekitar 25 tahun.

Di semester 3, aku masih menggambar manual untuk mata kuliah stupa. Aku pun sempat putus asa karena aku menggambar tidak terlalu bagus. Mungkin bagi kamu yang nanti melihat hasil gambaran teman-temanku akan berpikir demikian. Hanya saja kamu tidak tahu ilmu arsitektur. Aku sudah mulai lihat menggunakan autocad.

Di semester 4, boleh menggunakan aplikasi computer. Aku pun mengunakan sketch up dan autocad. Aku sempat ragu karena sudah hampir setahun tidak menggunakan aplikasi sketch up. Aku juga belum bisa me-render agar kelihatan seperti asli. Untunglah kakak sepupuku sudah pulang dari kampusnya di luar kota. Dia telah menyelesaikan kuliah yang dari D3 ke S1. Dia kuliah di kampus yang sama denganku.

Dia mengajariku me-render interior menggunakan v-ray, yaitu aplikasi alat bantu di sketch up dan  juga ia mengajariku aplikasi lumion. Katanya, kalau untuk eksterior bagus menggunakan lumion. Aku cepat mengerti diajarinya. Awalnya aku malu bertemu dengannya, entah kenapa aku menjadi malu. Kakak sepupuku itu seorang laki-laki yang berbeda uasi denganku 3 tahun.


Baiklah akan kuceritakan sedikit tentangnya

Kami sangat akrab saat kami masih kanak-kanak. Dulu sempat terjadi insiden antara kami. Pada awalnya kami bermain pendang-pedangan dari sapu lidi. Hanya butuh satu lidi. Yang kalah akan menggendong yang menang, ternyata aku kalah. Aku pun menggendongnya di punggungku. Entah kenapa, aku tersandung. Aku tak bisa mengingatnya dengan jelas karena sudah lama sekali. Aku pun pingsan.

Setelah siuman, aku menyadari di bagian kening kananku terasa sakit. Tangan kananku mulai bergerak ingin memegangnya. Ternyata bagian itu bocor. Aku agak taku setelah diberitahu oleh seseorang. Aku tidak tahu apa sebutannya. Aku pun dibawa ke rumah sakit. Aku mendengar samar bahwa kakak sepupuku dimarahi oleh orang tuanya. Aku yang tadi menyadari rasa sakit yang kurasa, aku pun mulai menangis.

Baiklah akan kupersingkat
Dia dan aku sama-sama mengambil jurusan multimedia di SMK. Hanya saja berbeda sekolah. Waktu mau lanjut kesekolah menengah pertama, aku hampir saja masuk ke sekolah yang sama dengan kakak sepupuku tapi ternyata aku masuk di sebelah sekolahnya. Masih satu halaman dengan sekolahnya. Dan kuliah sama-sama di kampus yang sama.

Pada waktu baru-baru masuk sekolah menengah kejuruan, aku bertemu kenalan dari temannya temanku. Dia dari SMK Negeri 2, yang biasa disebut STM. Karena sekolah itu menjurus ke tektik menggambar. Saat di rumahnya, aku diperlihatkan aplikasi tentang desain gambar. Karena aku tidak tahu ya aku menantang, nanti akan kupelajari. Kalau tidak salah seperti itu. dan ternyata kupelajri sekarang, di perkuliahanku. Aku rasa ini tidak hanya kebetulan. Memang telah ditunjukkan sedikit tentang ke depannya hanya saja aku tidak menyadarinya.

Aku sering menganalisis suatu kejadian, dan terbukti benar.

Aku rasa Tuhan telah memberikan petunjutk dan sedikit memperlihatkan bagaimana masa depanku.

Oh ya, kau tahu...

Ulang tahunku dan kakak sepupuku berbeda 2 hari di bulan yang sama. Benar-benar suatu kebetulan. Kenapa harus dia? Padahal kamu tak akrab, bahkan aku malu sekali kalau di dekatnya. Senyum liciknya itu menyebalkan!!

Aku ingat! Benar-benar mengingatnya!

Waktu dia tersenyum licik sambil berkata “mampus!” saat aku berkunjung ke rumahnya dan mengembalikan CD yang pernah kupinjam darinya. Memang sudah lama, karena aku lupa jadi lama mengembalikannya.

Pada waktu itu, kedatangan alumnis arsitektur termasuk dia. Dan kami di kerjai habis-habisan. Dan eventnya itu disebut Bina Akrab yang biasa disingkat BA. Aku bertemu dengan di waktu shubuh. Saat aku kembali  ke gedungku tapi dia berlawanan arah denganku. Pada waktu itu aku tidak tahu ia ke mana. Dia menyapaku, memanggil nama kecilku. Aku yang menyadari itu langsung nunduk sambil berkata “kita gak boleh terlihat akrab di sini”. Aku tidak tahu bagaimana ekspresinya karena aku menunduk dan ditambah lagi langgit masih terlihat gelap. Tapi aku yakin ia tersenyum mempunyai maksud. Pada waktu bertemu denganku, ia tersenyum seperti menertawakanku.

Bila aku mengingat itu, rasanya malu sekali.

ini dia kakak sepupuku
baru saja kuambil di foto profile faceboknya
maaf ya kakak, tidak bilang
dan yang dibawah adalah aku


yang ini iseng versi kartun







Wah panjang juga aku bercerita. Maafkan aku ya...

Mungkin itu saja untuk kali ini. Maaf jika ada salah ketika dan kata-kata lainnya. Dan maaf juga aku menggunakan kata “aku” dalam subject ini.

Sampai bertemu
Jangan bosan membaca ya...
Walau banyak bacod ya... itulah yang tertuang dalam otakku

Silakan tinggalkan komentar anda




NR

Tuesday, 09 June 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar